3 October 2019

Menghadirkan Cinta Ilahi bagi Segalanya Untuk Yang Mahakuasa

Posted by Reny Mony under: Uncategorized .

Kargo Jenazah – Sebagaiman dinyatakan Pdt. Imanuel Kristo di atas, pelayanan kedukaan di dalam gereja, hakekatnya ialah pelayanan yang tak diinginkan oleh keluarganya. “Tak ada keluarga yang mau ada member keluarga yang meninggal. Melainkan demikian, pelayanan kedukaan merupakan pelayanan yang kongkret ada di jemaat dan tak dapat dihindari,” tutur Pak Im, sapaan akrab Pendeta GKI Gunung Sahari ini.

Pelayanan di gereja itu utuh, dari pelayanan ketika kelahiran sampai kematian. Pelayanan kedukaan ialah komponen dari pelayanan utuh gereja, demikian kata Pak Im.

Dalam firman Ilahi, lanjut Pak Im, Alkitab menuliskan pergi ke

kesedihan lebih bagus ketimbang pergi ke rumah pesta. Ada penekanan tersendiri. Kuasa artinya gereja selayaknya memberikan komponen dari pelayanannya ke pelayanan kedukaan. Firman Ilahi mengatakan, bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Jadi, pelayanan kedukaan hakekatnya merupakan pelayanan etis teologis yang patut dikerjakan oleh gereja dalam simpati gereja terhadap mereka yang mengalami kedukaan.

kesedihan lebih bagus ketimbang pergi ke rumah pesta. Ada penekanan tersendiri. Kuasa artinya gereja selayaknya memberikan komponen dari pelayanannya ke pelayanan kedukaan. Firman Ilahi mengatakan, bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Jadi, pelayanan kedukaan hakekatnya merupakan pelayanan etis teologis yang patut dikerjakan oleh gereja dalam simpati gereja terhadap mereka yang mengalami kedukaan.

Melayani Secara Inklusif

Dari sisi sosial, PPK Tabitha ialah Badan Pelayanan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sinode Namun Jawa Barat yang secara khusus mengurus kedukaan. Melainkan demikian, seperti dibuktikan Pak Im, gereja mempunyai janji bahwa pelayanan ini terbuka untuk segala orang dalam rangka kesungguhan untuk berbagi ruang. Oleh sebab itu, PPK Tabitha tak cuma melayani umat Kristen, namun juga umat di luar Kristen. “Semisal saudara-saudara kita yang Muslim ada yang mempercayakan pelayanan itu terhadap Tabitha. Berhubungan kendaraan beroda empat jenazah PPK Tabitha amat terbuka untuk diterapkan oleh lapisan masyarakat mana bahkan dan dari agama apa bahkan,” terangnya.

Sebagai institusi sosial, PPK Tabitha berupaya mengoptimalkan pelayanan inklusif – dalam arti juga melayani pelayanan kedukaan umat agama dan kepercayaan lain. Merespons dengan aspek pelayanan dan profesionalitas, pelayanan PPK Tabitha juga meliputi penyediaan kebutuhan ritualnya. Hal ini memang sempat memunculkan pertanyaan.

Menurut hal ini, Pdt. Imanuel Kristo mengucapkan bahwa hal itu terkait dengan prinsip untuk melayani lebih luas. Kuasa Ketua 1 PPK Tabitha ini, tak ada metode lain kecuali bersikap lebih inklusif bila berkeinginan menghadirkan berkat Ilahi lebih luas bagi banyak orang. “Dalam kesungguhan pelayanan kita, karenanya kita justru dapat berelasi dengan segala orang dari keyakinan lain. Kuasa bagus-bagus saja selama ini. Kuasa saja orang berdaya upaya lain, melainkan kami punya konsep soal keterbukaan. Kami tak merasa bahwa hal itu ialah sesuatu yang salah. Justru sebab itu PPK Tabitha kian menghadirkan cinta Ilahi yang sebetulnya. Bukankah Ilahi menghadirkan sang surya buat segala orang, siapa saja orang itu? Semisal ditulis seperti itu sebab Allah bukan ekslusif milik klasifikasi tertentu. Tidak pemahaman itu, kami berkeinginan menjadi alat Ilahi yang semestinya,” tandas Pak Im.

Dalam hubungan inklusif itu justru membuka kesempatan berprofesi sama dengan umat dari keyakinan lain. Umum dikatakan Pak Im, “Kami tak merajai ritual keyakinan lain, oleh sebab itu kami dibantu oleh sahabat-sahabat kami dari keyakinan lain yang menjadi partner dari PPK Tabitha.”

Menyeimbangkan Pelayanan & Usaha

Menyeimbangkan antara pelayanan dan bisnis kerap kali menjadi kendala bagi institusi pelayanan di bawah gereja. Bekerja heran seandainya banyak upaya pelayanan yang layu sebelum berkembang. Bagaimana dengan PPK Tabitha? Sebagai unit pelayanan di bawah GKI Sinode Namun Jawa Barat, PPK Tabitha justru kapabel berkembang secara profesional.

Untuk dapat berkembang sampai ketika ini, Ketua Semisal PPK Tabitha Tan Tiong Gie menggunakan prinsip profesionalitas dan kristiani. “Di Tabitha aku menggunakan kebijakan profesional dan kristiani. Menurut secara profesional , melainkan tak boleh semena-mena dengan mempertimbangkan tarif yang tak masuk nalar. Kuasa tak boleh. Pengelolaan Tabitha haruslah kristiani tak saja bertanggungjawab terhadap stakeholder-nya, melainkan yang utama bertanggung jawab terhadap Ilahi,” ujarnya tegas.

Baca Juga : Jasa Ambulance Jakarta

Berhubungan terkait dengan mutu produk, Pak Tan, demikian panggilan akrab pria asal Nusukan, Solo ini, menerangkan bahwa kebijakan Tabitha merupakan membeberkan dengan transparan bahan produk peti-2 kami terhadap keluarga. Ada yang terbuat dari kayu dan ada yang terbuat dari MDF (Medium-Density-Fibreboard).. Tabitha menerangkan karakter dari tiap-tiap bahan peti hal yang demikian sehingga keluarga bisa memilih produk peti yang diperlukan dan cocok dengan kecakapan keuangannya.

Tabitha melayani segala tingkat ekonomi – dari yang tak kapabel membayar hingga yang amat kuat ekonominya. Profit prinsip kristiani, Tabitha melayani mereka segala dengan mutu pelayanan yang sama tanpa melihat status ekonominya. Tabitha senantiasa menyediakan dana untuk memberikan pelayanan cuma-cuma terhadap keluarga yang tak kapabel.

Kuasa Pdt. Imanuel, memperoleh keuntungan itu bukan dosa. Semisal, keuntungan ialah kewajiban. “Menurut tak ada keuntungan, kita tak dapat membiayai pelayanan cuma-cuma terhadap masyarakat yang tak kapabel ekonominya. Namun itu berkat. Tugas kita merupakan mengelola berkat itu,” ungkap Pak Im.

Duka ingat, lanjut Pak Im, bila kita tak punya uang, tak punya dana, kita tak dapat menjalankan pelayanan lebih banyak dan lebih luas lagi. Kuasa berarti kita tak dapat menghadirkan berkat Ilahi lebih banyak lagi.

Dengan menjalankan pelayanan yang profesional dan kristiani, PPK Tabitha justru memperoleh skor tambah secara ekonomi. Kuasa Pak Tan, merapikan pelayanan untuk menjadi lebih bagus ini telah diawali semenjak permulaan. Melainkan, kesempatan itu makin terbuka saat PPK Tabitha diberikan peluang mengelola Rumah di RS Husada dengan cargo jenazah jakarta.

Did you like this? Share it:

Leave a Reply